SUDAH BERKAHKAH ILMU KITA ?

ilmu tanpa amalMenuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Islam sangat menginginkan setiap ummat untuk menjadi umat berkualitas, yang nantinya akan berefek pada pengamalan ibadah sesuai sunnah dan lahirnya makhluk-makhluk yang berakhlak mulia. Tetapi, ada sebagian dari kita memiliki tingkat pendidikan yang tinggi namun cermin sebagai makhluk mulia dan berkualitas belum bisa terealisasi.
Majlis pengajian adalah sarana untuk merubah diri. Merubah dari yang sebelumnya belum berpakaian muslimah kemudian berbusana muslimah. Dari yang sebelumnya ringan mengucapkan kata-kata kotor kemudian tasbih dan dzikir yang ia ucapkan. Dari yang sebelumnya senang dengan joget dan hura-hura, menjadi senang dengan lantunan al qur’an.

Jika hal itu belum dirasakan, sementara sudah lama kita mengikuti kajian-kajian dan bahkan jarang absen, maka ada yang tidak beres. Apa mungkin kita terjangkit virus ilmu yang tidak bermanfaat dan tidak barakah ?, dan mengapa bisa terjadi ?.
Banyak kita dapati seseorang yang telah diberikan oleh Allah ta’ala ilmu yang banyak. Tetapi kondisinya seperti orang-orang awam yang tidak terlihat pengaruh ilmu dalam dirinya. Baik dalam hal ibadah, akhlak, perilaku dan bermuammalah dengan sesamanya. Padahal jika dia berceramah, seakan-akan orang yang paling shalih dan rajin beribadah. Tetapi kenyataannya hanya sama saja dengan orang yang tidak memahami agama.

Bisa jadi orang tersebut mencari ilmu lantaran sikap sombong dan congkak terhadap manusia serta meremehkan mereka. Orang seperti ini tidak mengetahui bahwa yang telah memberikan karunia ilmu kepadanya adalah Allah. Dan sesungguhnya jika Allah menghendaki maka tentunya keadaannya seperti orang-orang yang bodoh.
Atau terkadang engkau dapati seseorang yang telah Allah beri ilmu, namun orang lain tidak mengambil manfaat dengan ilmunya, baik dengan pengajaran, pembinaan, maupun penulisan kitab, namun ilmunya itu hanya untuk dirinya sendiri. Allah Ta’ala tidak memberikan keberkahan ilmu kepadanya.
Dari sini penting bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda ilmu yang barakah. Tujuannya adalah agar ilmu kita ini menjadi ilmu yang barakah. Karena apa artinya banyaknya ilmu, pandainya seseorang berceramah, jika amalannya jauh dari tuntunan, akhlaknya jauh dari akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

ilmu
Diantara ilmu yang barakah adalah ;
Pertama ; Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Tidak mengamalkan ilmu merupakan salah satu sebab dari tidak barokahnya ilmu. Bahkan seesorang akan dimintai pertanggungjawaban dari ilmu yang telah ia pelajari. Allah ta’ala telah mencela orang yang tidak mengamalkan ilmunya, Dia berfirmanan :
كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
” Sungguh besar kemurkaan disisi Allah ta’ala karena kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan.” [ QS. As Shaf : 3 ].

jika ilmu yang dikaji, dihafalkan, dan didalami itu tidak sampai meresap serta tertancap kuat ke dalam lubuk hati, maka justru musibah dan bencana yang ditemui. Tidakkah kita ingat ungkapan emas para ulama salaf yang menyatakan, “Orang-orang yang rusak di antara ahli ilmu kita, maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan Yahudi. Dan orang-orang yang rusak di antara ahli ibadah kita, maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan Nasrani.” (lihat Syarh Ba’dhu Fawa’id min Surah al-Fatihaholeh Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah). Apa yang mereka katakan adalah kenyataan yang amat sering kita jumpai.

Masih tersimpan dalam ingatan kita, doa yang sepanjang hari kita panjatkan kepada Allah, “Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau berikan nikmat atas mereka, dan bukan jalannya orang-orang yang dimurkai (Yahudi) dan bukan pula orang-orang yang sesat (Nasrani).” Inilah doa yang sangat ringkas namun penuh dengan arti. Bahkan, Syaikhul Islam Abul Abbas al-Harrani rahimahullah pun menyebutnya sebagai doa yang paling bermanfaat, mengingat kandungannya yang sangat dalam dan berguna bagi setiap pribadi. Kaum Yahudi dimurkai karena mereka berilmu namun tidak beramal. Adapun kaum Nasrani tersesat karena mereka beramal tanpa landasan ilmu. Maka, orang yang berada di atas jalan yang lurus adalah yang memadukan antara ilmu dan amalan.

Dari sinilah, kita mengetahui, bahwa hakekat keilmuan seseorang tidak diukur dengan banyaknya hafalan yang dia miliki, banyaknya buku yang telah dia beli, banyaknya kaset ceramah yang telah dia koleksi, banyaknya ustadz atau bahkan ulama yang telah dia kenali, tidak juga deretan titel akademis yang dibanggakan kesana-kemari. Kita masih ingat, ucapan sahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu wa ardhahu, “Bukanlah ilmu itu diukur dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi pokok dari ilmu adalah khas-yah/rasa takut -kepada Allah-.” (lihat al-Fawa’id karya Ibnul Qayyimrahimahullah).

Maka, tidak mengamalkan ilmu merupakan sebab pokok dari tidak barokahnya ilmu. Oleh karena itu para Salafus Shalih adalah orang yang paling bersemangat mengamalkan ilmu mereka.
كَانَ الرَّجُلُ مِنَّا إِذَا تَعَلَّمَ عَشْرَ آيَاتٍ ، لَمْ يُجَاوِزْهُنَّ حَتَّى يَعْرِفَ مَعَانِيَهُنَّ وَالْعَمَلَ بِهِنَّ
Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata : ” Para sahabat kami dulu apabila mempelajari 10 ayat Al Qur’an, mereka tidak menambahnya sampai mengetahui maknanya dan mengamalkannya.” [ Jami’ul bayan 1/35 ]

Mengamalkan ilmu akan membantu dalam mengokohkan ilmu, jika kita ingin melihat kebenaran hal itu maka perhatikanlah tentang dzikir pagi dan petang, dzikir ketika mau tidur, dzikir ketika mau masuk dan keluar kamar mandi ataupun rumah, dan dzikir-dzikir yang lainnya.
Seandainya seseorang ingin menghafalnya, tentu bisa saja, namun pada suatu waktu kelak dia akan lupa. Seandainya dia mengamalkannya, maka dzikir tersebut akan tetap kokoh pada dirinya. Maka bertambah kokohnya ilmu sekadar dengan pengamalan dia terhadap dzikir-dzikir tersebut.

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata tentang keadaan zamannya : ” Adapun pada zaman ini, tidaklah tersisa ilmu yang sudah sedikit ini kecuali hanya sedikit, terdapat pada orang yang sedikit, dan betapa sedikitnya orang yang mengamalkan ilmu dari mereka ini. Maka cukuplah Allah sebaik-baik pelindung kita.” (Ma‘alim fii Thariq Thalabil ‘Ilmi, hal. 29)
Apabila perkataan Imam Adz Dzahabi ini beliau katakan pada zaman ke-8 H, maka bagaimana lagi dengan zaman kita sekarang ?. Maka wajib bagi setiap dari kita untuk berhusnudzan kepada Rabbnya dan bersungguh-sungguh terhadap dirinya (untuk beramal). Allah ta’ala Maha Lembut terhadap para hamba-Nya, Dia memberi kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Mendakwahkan ilmuanya

Diantara tanda keberkahan ilmu adalah mendakwahkannya. Dakwah tidak mesti dengan ceramah. Dakwah bisa juga dengan tulisan atau juga dengan memberikan keteladanan kepada ummat. Keberkahan ilmu akan terasa jika keluarga kita dan juga ummat bertambah baik. Bahkan kita akan mendapatkan pahala yang terus mengalir meski kita telah meninggal. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda ;
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Barang siapa menyeru pada petunjuk maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya yang tidak berkurang hal tersebut dari pahala mereka sedikitpun. [ HR. Abu Daud ].

Tidak diragukan lagi, bahwa dakwah adalah salah satu kewajiban terpenting yang diemban oleh kaum muslimin. Bahkan dakwah adalah suatu kebutuhan yang primer bagi manusia. Tanpa adanya dakwah, maka tentulah akan sirna dan pupus agama ini dan hilanglah hikmah Allah mengutus para Nabi-Nya dan menurunkan kitab suci-Nya. Dengan dakwah, manusia akan terangkat dari kehinaan kebodohan, kemaksiatan dan kekufuran. Dengan dakwah, manusia tercerahkan dari kegelapan menuju cahaya. Dengan dakwah pula, manusia memperoleh kebahagiaan dan kemuliaannya baik di dunia maupun di akhirat.

”Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).” (QS al-Baqoroh : 257)

Namun, dakwah itu haruslah diiringi dengan ilmu danpengetahuan. Tanpa ilmu, maka akan sia-sialah dakwahnya dan bahkan akan lebih memadharatkan ketimbang memberikan manfaat. Seorang da’i yang mengajak dengan kejahilan maka dikhawatirkan ia akan menjadi sesat dan menyesatkan.

Allah Ta’ala berfirman di dalam Kitab-Nya yang mulia :

”Katakanlah: Inilah jalanku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru kepada Alloh kepada hujjah yangnyata.” (QS Yusuf : 108)

Ayat di atas menunjukkan bahwa Nabi dan orang-orang yang mengikuti beliau berdakwah menyeru kepada Alloh di atas bashiroh (hujjah yang nyata). Demikian pula, dakwah itu haruslah dengan cara yang baik. Dengan cara yang hikmah, santun, lemah lembut dan ramah. Tanpa kelemahlembutan dan akhlak yang baik, niscaya dakwah.

Intinya, ilmu dan amal adalah kunci keberkahan ilmu. Dengan keduanya, setiap orang akan mendapatkan kebahagaiaan. Dan dengan dakwah masyarakat akan menjadi baik sehingga ketenangan dan keberkahan turun pada mereka.
Begitulah bentuk dari keberkahan ilmu. Yang menjadi renungan kita, sudahkah amalan kita membaik dengan semakin lamanya kita mengaji ?. Dan sudahkah kita mengajak orang lain agar sama-sama merasakan nikmatnya islam ini ?. Jika belum mari kita mulai dari sekarang !. Karena apa artinya ilmu jika tidak dibarengi dengan amal dan dakwah.

2 responses to this post.

  1. ustazah izin mereblog nggih..

    Balas

  2. Reblogged this on Fokus 1 Tujuan and commented:
    subhanallah wa syukurillah Allah masih mengizinkan islam bernaung dalam hati, Ilmu bukan untuk ditunggu tapi dicari..
    baru-baru ini saya punya teman salafy setelah ngobrol kesana kemari dengan pemahamannya saya semakin bingung dan katrok sekali… yah dia sendiri yang bilang bahwa salafy kini sudah terpecah yang dia sendiri agaknya sedikit malas menjelaskan padaku kenapa bisa pecah, penyebabnya apa .. mungkin karena panjangnya cerita, setauku dulu web, majalah,dan radio yang milik salafy kata temanku itu sekarang sudah bukan salafy yang sebenarnya… tapi kata ustazah dulu selama syahadat kita masih sama kita harus wala’ terhadap mereka..
    well jadi ngelantur begini, semoga bermanfaat khususnya diriku yang fakir

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: