CIRI-CIRI WANITA PENGHUNI NERAKA

wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.

Para wanita kita hari ini telah banyak yang rusak karena budaya barat. Semangat mereka untuk mengikuti para model dan bintang film serta senetron telah menjauhkan mereka dari ajaran islam. Mulai gaya rambut yang menyerupai laki-laki, alis palsu, pakaian yang ketat dan titpis, serta akhlak mereka yang jauh dari nilai-nilai islam. Perselingkuhan menjadi budaya, pacaran menjadi tradisi, bahkan hamil diluar nikah menjadi sesuatu yang biasa.

Jika keadaan para wanita sudah demikian, maka sebuah negara akan mengalami kehancuran yang parah. Kriminalitas tinggi, pemerkosaan dimana-mana, konflik rumah tangga tak kunjung selesai dan bahkan peradaban pun akan hancur seiring dengan hancurnya para wanita. Di akhiratpun para wanita yang rusak tersebut telah diancam dengan neraka.

Maka melalui tulisan ini, kita akan membahas beberapa kerusakan pada wanita agar ummat ini dijauhkan darinya.
Sebab pertama adalah Tabarruj. Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan “perhiasannya” dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki.

Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya. Beliau bersabda ;

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128).

Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan : “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam adalah yang memakai pakaian tipis sehingaa membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya. Mereka adalah wanita-wanita sepertinya berpakaian tetapi pada hakekatnya telanjang.

Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan “perhiasan” mereka. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya : “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (An Nur : 31)

Kedua adalah hawa nafsu yang diperturutkan. Kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.

Kebanyakan para wanita senang dengan kehidupan yang serba mewah. Mulai dari rumah megah bagaikan istana, mobil mewah harga milyaran rupiah, pakain yang serba mahal dan perabotan rumah yang serba lux. Kebanyakan wanita juga senang berbelanja ke super maket – super maket serta gampang tergiur dengan diskonan dan iklan diberbagai media. Maka wanita muslimah haruslah pandai mengelola keuangan, bersyukur dengan pemberian suami dan menjauhi budaya hidup boros.

Ketiga; tidak bersyukur dengan pemberian suami. Yaitu seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri. Hal ini sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh hujan sehari.

Ia selalu merasa kurang dengan apa yang diberikan suami. Istri selalu menuntut gaji yang besar dari suaminya, padahal sang suami sudah berusaha keras mencari penghasilan untuk membiayai keluarga. Kecuali jika sang suami memang pelit tidak memberikan gaji yang layak bagi istrinya padahal penghasilannya besar.
Tugas seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya. Istri yang bersyukur akan menjadikan suami taat kepada Allah Ta’ala. Sebaliknya, istri yang tidak mau bersyukur dengan pemberian suami akan mendorong suami menghalalkan segala cara dalam mencari rizki.

Ada sebuah kisah menarik pada masa salaf. Hasan al-Bashri berkata:“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli baju dari pedagang yang lain. Dua tahun setelah itu aku haji dan aku ketemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah.
lalu aku tanya kepadanya: “bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”,
ia menjawab : “iya benar”,
aku tanya lagi: “apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”
iapun bercerita: “dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rejeki, ia meremehkannya dan jika aku datang kepadanya dengan rejeki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Alloh mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata: “wahai suamiku, bertaqwalah kepada Alloh, jangan engkau beri makan aku melainkan dengan yang thoyib (halal), jika engkau datang kepadaku dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak. Dan jika engkau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain).”
Lihat kitab: al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki.

Kempat; Wanita yang senang gosip dan menggunjing. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Menegaskan pengertian bergunjing sebagai berikut:

“Tahukah kalian apa ghibah itu?”. Mereka menjawab: “Hanya Allah dan Rasul-Nya jualah yang tahu”. Maka beliau bersabda, menjelaskan: “Memperbincangkan saudaramu tentang apa yang tak disukainya”. Lalu Tanya mereka pula: “Kalau yang diperbincangkan itu benar, ya, Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Kalau yang diceritakan itu benar, maka engkau telah melakukan ghibah terhadap saudaramu itu. Kalau yang dibicarakan itu tidak benar, maka engkau telah melakukan kepalsuan terhadap saudaramu”.

Dalam suatu hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bersabda, : “ Orang yang menutup ‘aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup ‘aibnya pula kelak di hari kiamat.”

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika ditanya tentang kebanyakan hal-hal yang dapat memasukan manusia ke dalam neraka, beliaupun menjawab, “Mulut dan kemaluan!” (HR Tirmidzi)

Kita seringkali membicarakan perilaku jelek seseorang tanpa mengetahui alasan mengapa ia berbuat demikian. Hal itu kita lakukan entah di sosial media, media tv, maupun di dunia nyata, dan media lainnya. Maka wajib bagi kita untuk meninggalkan perbuatan tersebut agar kita selamat dari neraka.

Kelima; wanita yang suka menfitnah.
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فَتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satupun fitnah sepeninggalku yang lebih membahayakan para lelaki kecuali para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Dari hadist diatas disebutkan bahwa fitnah wanita lebih berbahaya jika keluar dari mulutnya. Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh dunia yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita.

Dan berapa banyak persaudaraan terputus hanya dikarenakan wanita ?.
Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita ?
Dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya surga.
Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita, wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan diri dihadapan kaum pria.

Sungguh merugi wanita-wanita yang melakukan hal ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga, karena memang biasanya wanita yang melakukan hal-hal ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.

Itulah beberapa sebab kerusakan yang terjadi pada wanita. Tentunya kita tidak ingin anak kita, sudara kita dan juga istri serta keluarga kita rusak sehingga dimasukkan neraka. Maka, mulai sekarang kita berusaha menjauhkan sifat-sifat buruk tersebut dari keluarga kita dan juga masyarakat kita. Dengan jauhnya sifat-sifat buruk tersebut, insyaAllah wanita-wanita kita akan menjadi penyejuk mata kita, dan akan melahirkan generasi tangguh dikemudian hari.

One response to this post.

  1. Posted by pratiwi .M on November 26, 2014 at 4:13 am

    apakah seorang anak yang membantah pada orang tua laki-lakinya tetapi dia pux alasan yang tepat untuk menolaknya, itu di katakan anak yang durhaka kah???????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: