Wahai Saudaraku, Jagalah Kehormatanmu


“Bagaimana ya us, cara menasehati teman-temanku. Mereka juga dari pondok tapi kok sering berhubungan dengan lawan jenis lewat HP entah telpon atau sms an. Apalagi sekarang di tempat PPL begini, pengawasan kurang,malah itu ada yang berhubungan dengan ustad yang ngajar di SD”.

Ketika sore menjelang mereka akan sibuk dengan HP di tangan, ada yang lagi telpon, atau hanya sms, ada lagi yang facebookan ada juga yang chatting. Ketika di Tanya lagi telpon siapa ? dengan enteng ia menjawab , “Tunanganku”, atau “Temanku”. Kalau teman kok akrab sekali ketawa ketiwi padahal jelas terdengar suara seorang ikhwan dari seberang sana .
Itulah yang terjadi di tempat tugasku saat ini. Aku sudah berusaha menasehati supaya mereka tidak berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahrom tapi mereka malah mengucilkanku.

Ada kasus lain seorang santri yang sedang PPL di keluarkan dari tempat tugasnya karena kedapatan gambarnya terpampang di internet bersama seorang ikhwan. Foto itu di pampang di facebook mereka.

Astaghfirullahal adzim, ngelus dodo jadinya. Kok sampe segitunya mereka, trus di kemanakan ilmu yang selama ini mereka dapat tentang bagaimana menjaga hati dan mata serta berhubungan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.

Kemajuan tehnologi telah membawa banyak kemudahan bagi manusia. Salah satunya adalah HP. Dengan alat ini kita bisa berkomunikasi dengan jarak yang sangat jauh sekalipun, bisa kirim pesan atau sms, bisa facebook an dan lain lain.
Kemudahan ini adalah nikmat dari Allah yang di berikan kepada manusia. Barang siapa yang pandai mensyukuri nikmatNya pasti akan di tambah nikmat tersebut.

لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.s. Ibrahim: 7)

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّهِ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

“Dan apa saja nikmat yang ada padamu, maka dari Allah-lah (datangnya). Dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (Qs. An-Nahl : 53)

Namun jika kita menyalahgunakan alat komunikasi tersebut dengan hal hal yang tidak bermanfat maka hal itu akan menghancurkan dan membinasakan kita.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia).” (Q.s. At-Takatsur: 8)

Banyak kita jumpai para ikhwan dan akhwat yang saling ber sms-an dengan dalih dakwah. Mengirim kata-kata mutiara, nasehat islami maupun hadits. Ada juga yang memanfaatkan alat ini sebagai sarana PDKT untuk mengenal lebih jauh tentang calon istri atau suami. nilai kesopanan dan keluguan seseorang bahkan ketabuan sekalipun akan sangat mudah ditawar menjadi suasana fair dan vulgar tanpa batas dalam hubungan ini. Mereka tidak menyadari bahwa hal itu bisa menyebabkan fitnah dan menjadi zina hati.

Allah telah melarang kita mendekati hal hal yang menjerumus kedalam zina. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17] : 32)

Imam asy Syawkaniy dalam tafsirnya mengatakan bahwa berdasarkan ayat ini, segala hal yang menjadi perantara menuju PERZINAAN maka itu haram. Demikian juga dijelaskan syaikh as-sa’diy:

”Larangan (Allah) untuk mendekati zina lebih jelas/tegas daripada larangan perbuatan zina itu sendiri. Hal itu dikarenakan larangan tersebut juga meliputi larangan terhadap seluruh sebab yang menurus kepada zina dan faktor-faktor yang mendorong perbuatan zina” [Taisir Kariimir-Rahman]

Maka berdasarkan ayat ini:
Komunikasi antara ikhwan dan akhwat TANPA ADA ALASAN YANG DIBENARKAN SYAR’I = Haram; apalagi sampai bercanda, atau bahkan sampai saling merayu!! Maka ini lebih parah lagi kemungkarannya!

Hendaknya ikhwan dan akhwat berusaha membuat batas-batas dalam komunikasi yang terjadi antara mereka. Jika memang harus berkomunikasi dengan lelaki yang bukan mahram kita, gunakanlah kata-kata yang nadanya datar, maksudnya tidak bertele-tele atau mendayu-dayu , atau dengan basa-basi yang tidak tahu ujungnya membicarakan apa. Selesai keperluan, tidak perlu harus bertanya hal-hal yang bukan haknya untuk diketahui. Apalagi Ngobrol dengan lawan jenis yang bukan mahrom, ini adalah cara-cara syaiton untuk menggoda manusia.

Wahai saudaraku muslimah

Jagalah kehormatanmu. Janganlah kau rendahkan martabatmu dengan mengumbar kata-kata yang tidak bermanfaat. Ingatlah bahwa suara wanita itu adalah aurot.

Sesungguhnya mata, hati dan pendengaranmu akan di mintai pertanggungan jawab di akherat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: