Tumor Oh Tumor

Seorang lelaki yang berumur 61 tahun, perawakannya putih, rambutnyapun mulai memutih. Dia sangat di hormati oleh keluarga, adek adeknya juga para tetangga. Tak terlihat kemarahan dalam wajahnya, sabar adalah sifatnya.

Ujian kerap kali menerpanya. Rumah sakit tidak asing lagi dengannya. Bahkan para petugas medis sangat mengenalnya. Siapa sangka bapak itu sudah menjalani operasi selama 16 kali. Bapak itu tiada lain adalah bapak ku. Orang yang telah membesarkanku dengan kasih sayang.

Tumor yang bersarang di tubuhnya telah membawanya untuk berhadapan dengan para dokter bedah di rumah sakit. Dulu pertumbuhannya lama. Aku masih ingat ketika aku masih SD, beliau melakukan operasi pertamanya di rumah sakit pusat yang sekarang menjadi rumah sakit moewardi di jebres solo. Operasi ke dua ketika aku menginjak bangku SMP, dan operasi ketiga ketika aku SMA.

Namun setelah itu pertumbuhan tumornya sangatlah cepat. Beberapa kali tumor itu hanya di paha kirinya, namun kemudian berpindah ke paha kanan. Sekarang tumor itu telah menyebar ke bagian pundak dan pantat beliau.

Berbagai usaha sudah di lakukan, dari pengobatan keeling, bekam, pijat dan minum obat dari sinse namun belum ada perubahan juga.

Kalau dulu jarak operasi bisa 2 – 3 tahun sekarang dalam 1 tahun bisa 2 kali. Tgl 16 juli 2012 bapakku menjalani operasi yang ke 16 pada paha kirinya. Paha kiri bapak sudah tidak mulus lagi karena sudah di jahit 9 kali. Saat inipu tumor tidak bisa di ambil semua karena sulit untuk di ambil.

Hasil laborat menjelaskan bahwa tumor bapak adalah jenis Miksoid Liposarcoma dengan berat 3 kg. Aku juga tidak tahu itu jenis tumor yang bagaimana. Tumor itu seperti daging sapi kemerah merahan dan ada seperti gajeh yang berwarna putih. Yang jelas pertumbuhannya sangat cepat sekali. Saat inipun di paha kanannya juga sudah ada tumor mugkin sekitar 2kg kalau diambil.

Aku hanya bisa berharap Allah berikan kesabaran kepada bapak, kekuatan dan kesembuhan. Yang aku kagumi dari beliau adalah rasa pasrahnya atas penyakit yang menimpanya. Belum pernah aku mendengarnya mengeluh atas sakit yang di alaminya.

Aku juga bangga pada ibuku yang begitu sabar merawat bapakku. Tak ada rasa lelah dalam dirinya yang setiap hari harus antri obat dan urusan rumah sakit.

Kepada bapak dan ibuku kalian adalah contoh kesabaran untukku dalam menghadapi ujian. Sudah bertahun tahun kalian harus bolak balik kerumah sakit dan bertemu dengan para dokter bedah.

Bapak ibu……………

Maafkanlah aku yang tidak bisa senantiasa menemani di saat saat masa kritis bapak.
Aku hanya bisa berharap Allah kan berikan kesabarn pada kalian juga kesembuhan
Dan tak lupa ku memohon pada Allah agar bapak di beri kesembuhan dan ampunan

“Ya Rabbku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah memelihara / mendidikku sewaktu aku kecil.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: