Harapan Baru Untuk Suamiku

Bagi kebanyakan orang bisa berjalan adalah sebuah nikmat. Begitu juga suamiku itu adalah harapan baginya, namun saat ini bisa duduk di kursi roda saja itu sudah merupakan nikmat yang besar. Dia bisa melihat suasana luar, segarnya udara di pagi hari dan bisa bertemu dengan para tetangga.

Subhanallah, Alhamdulillah. Syukur kami panjatkan pada Allah Ta’ala yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan kepada kami. Sore ini suamiku sudah bisa duduk di kursi roda lagi setelah satu bulan hanya berbaring di tempat tidur, kalaupun duduk hanya bertahan sampai 15 menit itupun hanya di tempat tidur. Yach, setelah operasi pengambilan pen kemarin beliau hanya bisa berbaring di tempat tidur, untuk duduk di kursi belum berani karena rasa sakit dari bekas jahitan di lengan dan di punggung. Suamiku merasakan sakit yang sama seperti waktu dulu operasi pemasangan pen, namun alhamdulillah saat ini pemulihannya lebih cepat dari pada yang dulu. Mungkin karena sekarang kondisi fisiknya yang lebih sehat.

Meskipun hanya berbaring di tempat tidur aktifitas masih berjalan. Baik membuat naskah ataupun ngisi kajian. Alhamdulillah Allah berikan tubuh yang kuat bagi suamiku sehingga ia masih bisa beramal untuk ummat meski dalam kondisi terbatas.

Semenjak pengambilan pen itu aku merasa ada perubahan pada suamiku, meski belum bisa berjalan namun ada perkembangan membaik pada decubitusnya. Alhamdulillah sekarang mulai ada pertumbuhan daging baru. Selain itu suamiku juga mengkonsumsi telur ayam kampung satu hari 5 biji, itupun sudah aku kurangi yang seharusnya 8. Menurut medis dengan mengkonsumsi telur bisa mempercepat penyembuhan luka bekas operasi.

Sebelum meditasi luka, aku urut tubuhnya dengan minyak but-but, setelah habis mandi ku balur tubuhnya dengan menggunakan air zam-zam. Aku berharap Allah akan memberikan kesembuhan kepada suamiku lewat terapi-terapi yang akan kita jalani.

Teruntuk suamiku, semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu
Kau adalah inspirasiku, kau yang selalu mengajariku banyak hal
Kau adalah tauladanku dalam kesabaran
Tak pernah mengeluh dan bahkan bersyukur atas apa yang menimpamu.
Kau senantiasa berusaha untuk tetap berkarya dalam dakwah ini
Semoga Allah mengabulkan cita – citamu.

One response to this post.

  1. Posted by nadiyatulhaq on Juni 28, 2012 at 7:22 am

    subhanallah, you’re great wife ustadzah..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: