Training Cateter untuk Mencegah Fistel

Apa itu fistel?
Fistula ani atau Fistel paraanal adalah saluran yang menyerupai pipa (fistula, latin = pipa). Sering teraba menyerupai pipa/saluran yang mengeras. Saluran ini terbentuk mulai dari dalam anus (anorektal) menembus keluar bokong (perineum).

Awal keluhan biasanya berupa keluarnya cairan yang tidak biasa dari anus (diluar waktu BAB / buang air besar) cairan bisa berupa nanah atau cairan serupa darah, nyeri pada anus, bengkak pada tepi anus yang berulang, gatal pada anus. Kadang-kadang di dahului dengan keluhan hemoroid /wasir. Sering mengalami abses anal (nanah pada anus) sebelumnya.

Fistel sering di alami oleh penderita yang menggunakan cateter secara menetap dalam jangka waktu lama. Kalau tidak di tangani dengan serius maka akan fatal akibatnya.

Dulu saya mendapatkan cara training cateter dengan cara di kareti. Cara ini saya dapat dari Rumah Sakit pertama yang merawat suamiku. Caranya adalah pada saat cateter di pasang maka harus di kareti selama sekitar 1 jam kemudian baru di buka. Hal ini berlangsung lama sehingga muncullah benjolan berwarna kemerahan seperti bisul dan lama kelamaan keluar cairan seperti nanah dengan bau yang tidak sedap, dan akhirnya aku baru tahu bahwa itu adalah fistel.

Akhirnya kita bawa ke RS Yarsis, karena bersamaan dengan itu saluran kencing suami juga tersumbat, ketika selang di masukkan bukan air seni yang keluar tapi darah yang keluar.

Alhamdulillah dengan perawatan yang benar di rumah, fistel suamiku tidak jadi di operasi.

Menurut dr. bagyo yang menangani suamiku, penyebab fistelnya adalah karena pemakaian cateter yang salah. Ketika selang menetap pada anus secara terus-menerus itu akan menimbulkan beban pada kulit di bawah anus. Apalagi selang di kareti sehingga air seni tidak bisa keluar lewat jalannya, dan akhirnya ia mencari jalan sendiri dan terjadilah fistel ini. dr. bagyo memberikan tips training cateter yang benar, yang di pakai secara internasional.
Training cateter yang benar adalah dengan cara :
1. Tangan harus dalam keadaan steril.
2. Setiap mau di pake cateter dalam keadaan steril/ di cuci terlebih dahulu.
3. Cateter di masukkan setiap 3 atau 4 jam sekali, kemudian di lepas setelah di rasa tuntas.
4. Seperti memasukkan cateter pada umumnya, cara inipun juga menggunakan jelly sebagai pelumas namun tidak perlu di kunci karena setelah di rasa tuntas cateter harus di lepas.

Dengan training seperti ini insyaallah tidak akan terjadi fistel. Saya sudah mencoba cara ini kurang lebih 2 tahun dan alhamdulillah tidak terjadi fistel lagi. Selamat mencoba!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: