Aku Ikut Ngungsi

Lama sudah jari-jari ini tidak bermain-main di atas keyboard. Yach karena banyaknya kesibukan ( emang sibuk apa ya? Kaya’ artis aja) sehingga tidak sempat ngotak-atik leptop.

Saat ini karena tidak ada pekerjaan dari pada tidur (masak pagi-pagi tidur, kan dak nyunah ya gak) ku buka leptop dan corat-coret di sini.

Merapi bergejolak, karena tidak kuat menahan material di dalamnya, ia memuntahkan isinya. awan panas atau wedhus gembel keluar. Panas yang sangat panas, sehingga banyak pepohonan yang langsung hangus terbakar rumah-rumah juga terbakar, hewan dan manusia yang tidak sempat lari mereka akan mati terkena awan panas ini. Banyak jatuh kurban di mana-mana, kurban harta benda juga nyawa. Banyak desa yang jadi mati karena terkena awan panas. Para penduduk di ungsikan ke tempat yang lebih aman. Bahkan abunya sampai ke daerah tasik, tak luput daerahku juga terkena abunya.

Banyak di dirikan posko-posko untuk penggalangan dana bencana merapi. Nasi bungkuspun di kirimkan ke tempat-tempat pengungsi.

Sejak jum’at kemarin sore aku jadi ikutan ngungsi, bukan karena bencana merapi lho, tapi karena suamiku sakit lagi. Kurang lebih 2 pekan ia mengalami demam dan puncaknya kemarin harus di ungsikan ke RS karena kondisi yang sudah lemas.

Setelah diperiksa ternyata decubitusnya mengalami infeksi, dan harus di potong yang membusuk. Setelah ngobrol eh kok ngobrol, Tanya ma dokter ternyata decubitusnya ada jaringan granulasi. Waah palagi nich, kemarin tak Tanya ke seorang dokter katanya keloid. Manut apalah namanya yang penting decubitusnya segera sembuh.

Dengan kosakata baru ini aku juga jadi sibuk nyari info apa tho jaringan granulasi itu? Berbahayakah untuk suamiku?

Jaringan itulah yang menghambat daging di bawah tidak kunjung muncul, karena granulasinya sangat besar. Jaringan ini muncul dari sebelah tepid an membuat benjolan sendiri, semakin hari semakin besar sedang pada tepi yang lain mulai mongering.  Saran dokter adalah harus diambil atau di buat luka baru di sekeliling granulasi karena bagian tepi sudah kering dan tidak mungkin tumbuh daging baru.

Namun saat ini dokter tidak berani meng-oprasinya, katanya menunggu sampai badan fit dulu, soalnya membuat luka baru takutnya malah nanti kena infeksi dari luka yang sekarang.

Alhamdulillah hari ini dah bisa pulang jadi perawatan di lanjutkan oleh perawat di rumah (sang  istri tercinta tentunya).

Ya Allah, berilah kekuatan dan kesabaran pada kami

Ringankanlah beban suami ku

Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang sabar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: