Kematian Mama Lauren

Masih hangat di telinga kita tentang kematian mama lauren. Begitu banyak orang yang memujinya. Ada sebagian orang yang merasa kehilangan. Tapi juga ada yang senang karena merasa saingannya berkurang (sesama paranormal nich). “Banyak paranormal yang mantau nih. Mereka senang dengan kabar ini. Iya karena mereka merasa selama ini Mama Lauren itu saingan karena banyak orang yang datang ke dia. Padahal, beliau itu hanya menggunakan indera keenam,” cerita seorang paranormal sahabat mama lorent.
Ternyata dia begitu terkenal yach. Dia sering terlihat di televisi dengan “Ketik reg spasi………”.

kemampuan yang dimiliki mama lauren ternyata dimilikinya sejak kecil. Sejak masih kecil, kelebihan itu dirasakan betul Mama Lauren. Awalnya, tak hanya ia yang menganggap dirinya aneh, orang-orang di sekitarnya pun menganggap hal yang sama.

Lauren kecil bahkan merasakan keterasingan ketika ia dijauhi oleh teman-teman sebayanya. Orang tua mereka melarang anak-anaknya bermain dengan Lauren kecil karena dianggap sebagai anak kutukan karena kelebihannya itu. “Bahkan ada yang menjuluki saya ‘nenek sihir yang naik sapu terbang’!” begitu sempat dituturkannya kepada Majalah Femina.

Bagaimanakah sebenarnya islam memandang tentang seorang peramal/paranormal?

Kaahin atau dukun adalah orang yang mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib, bisa meramalkan apa yang akan terjadi atau orang-orang yang memiliki konsentrasi yang tajam yang berkolaborasi dengan syetan dan syetan membelokan mereka karena adanya persekutuan antara syetan dengan mereka dalam masalah-masalah ini.

Menurut Ibnu Tamiyyah yang tergolong profesi perdukunan meliputi al’arraf (Paranormal), Munajjin (ahli Nujjum), dan Kaahin (dukun atau tukang tenung).
Perdukunan telah dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena perdukunan mendekatkan orang kepada kemusyrikan dan sebagaimana khamr (arak) maisir (perjudian),maka alkahaanah (perdukunan) telah diharamkan, karena memiliki sedikit manfaat dan banyak mudharatnya.

Sabda-sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai larangan menjadi kaahin atau mendatangi perdukunan :
Dari Ummul Mukminin, Hafsah ra. Memberitahukan bahwa, yang mulia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Barangsiapa mendatangi ‘arraf (paranormal), lalu kepadanya bertanya tentang sesuatu, maka salatnya tidak diterima selama empat puluh malam. (shahih Muslim, Kitaabssalaam, hadis no. 2230).

Wah rugikan sholatnya, empat puluh hari tidak diterima lho.

Imam Ahmad dan Athakim meriwayatkan dalam sebuah hadis shahih, berasal dari Abu Huraerah, bahwa Nabi bersabda :” Barangsiapa mendatangi paranormal atau dukun ramal lalu ia mempercayai kebenaran apa yang dikatakannya maka ia telah kufur dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ( Musnad Ahmad VI:429. Al-Mustdrak dalam Kitaabul Iman.

Albazzar telah meriwayatkan dari imran bin Husain, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “ Bukan dari golongan kami orang yang bertaftayyur (meremal baik atau sian) dengan menggunakan burung atau yang minta diramalkan dengannya, yang bertenung atau yang meminta ditenungkan baginya, yang menyihir atai minta disihirkan baginya, dan barangsiapa mendatangi tukang kahin atau tenung dan mempercayai kebenaran yang dikatakannya. Maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” ( dikutif oleh Al-Mundziri dalam attarghib wa attarhib)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis shahih dengan tegas melarang seseorang mengambil manfaat dari hasil atau upah perdukunan. Abu Mas’ud al-Anshaari menyatakan. “ Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Telah melarang ( dari mengambil manfaat) dari harga anjing, upah zina dan upah dukun ( tukang tenung)” (Riwayat Bukari dan Muslim, Allu’lu wal Marjan, hadis no. 1010.)

Pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib tak ada yang mengetahui kecuali Dia sendiri (Qs. 6:60)

Katakanlah wahai Muhammad, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah (Qs. 7:189).

Dia adalahRabb yang mengetahui yang ghaib, maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu kecuali kepada Rosul yang diridhoi Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) dimuka dan dibelakangnya (Al-Jin 72:27-28).

Tiga kutipan ayat Al Quran ini mempertegas kepada kita bahwa urusan ghaib itu sepenuhnya milik Allah Ta’ala. Tidak ada yang memiliki pengetahuan tentang hal yang ghaib kecuali rosul-rosul Allah yang diridhoinya. Adapun ilmu pengetahuan yang dimiliki paranormal, dukun, tukang sihir dan sejenisnya, hanyalah merupakan hasil curian dan rekayasa setan, yang kebenaran dan akibatnya sudah barang tentu tidak dapat dijamin.

Mensyukuri nikmat-nikmat Allah, berusaha senaksimal kemampuan kita serta diakhiri dengan doa dan tawakal kepada Allah Ta’ala adalah langkah yang tepat untuk memperbaiki takdir kita. Mendatangi para dukun dan sejenisnya bukan solusi yang tepat untuk berada dalam ridho Allah Ta’ala.

One response to this post.

  1. betol,,betol,,betol,,
    I agree 100 %.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: