KELUARGAKU HARUS MANDIRI

Aku termasuk salah satu istri yang sangat beruntung dibanding teman-temanku. Diawal pernikahan kami, rumah sudah ada dan selang beberapa bulan kami menempatinya. Rumah yang menurutku cukup besar meskipun tidak sebesar istana presiden he he he. Rumah yang terbuat dari batu bata dan lantai yang baru di plur semen. Rumah yang sangat bagus jika di banding dengan rumahku yang terbuat dari bambu. Meskipun belum ada perabotnya aku bersyukur, dari sinilah akan ku mulai hidup mandiri dengan suamiku, bantinku.

Sering sekali ada tamu yang kerumah, kami sempat bingung mau di taruh di mana tamunya? Yach terpaksa kalau ada tamu yang akwat (perempuan) tak suruh masuk ke dalam dan yang ikhwan (laki-laki) di luar.

Karena kami belum mempunyai penghasilan yang cukup akhirnya Orang tua suami membelikan kami kursi walaupun tidak begitu mahal sekitar 1,5 jutaan. Tapi itu sudah sangat bagus bagiku, mengingat penghasilan kami yang sangat minim.

Karena aku tidak sanggup untuk mengungkapkannya dengan kata-kata kepada suamiku supaya tidak memberatkan orang tua, dan supaya kami lebih bisa mengatur rumah tangga kami secara mandiri maka kutulis ungkapan hati ini di dalam diaryku.

“Suamiku Sebenarnya aku tidak ingin menuntut banyak darimu, hanya satu yang aku inginkan yaitu sebuah kemandirian”.

Suamiku aku ingin sekali melihatmu mandiri tidak selalu minta ke orangtuamu, aku tahu orangtuamu termasuk orang yang berada dan semua keinginanmu pasti akan dicukupi, tapi aku lebih bangga padamu jika kau bisa mandiri meskipun kita harus menabung untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Perlu kau ketahui aku sudah bersyukur dengan keadaan kita seperti ini meskipun kita belum punya kursi dan lain sebagainya………

Memang kesibukanmu untuk umat sangat padat dan itu tidak mungkin kau tinggalkan hanya untuk mencari uang alias bekerja,
Namun percayalah ketika kita bisa mengatur waktu dengan baik insyaallah ada jalan keluar untuk mendapatkan uang. Rizki sudah diatur oleh Allah, kita hanya diperintahkan untuk berusaha sedang hasil di tangan Allah Ta’ala.

Betapa banyak orang-orang yang siang malam bekerja, ibadah tidak pernah dilakukan ia tetap menjadi miskin, berarti dia sudah rugi dunia dan akherat.
Kaya dan miskin itu sudah diatur oleh Allah, yang penting jangan sampai ibadah kita rusak dan terganggu karena kesibukan mencari harta.

Tak lupa ku ucapkan jazakumullah khoiron atas bimbinganmu sampai saat ini kau semangati diriku, kau berikan rasa optimis padaku dan kau ajarkan banyak hal tentang bagaimana berrumah tangga. Di akhir tulisanku ini ku doakan semoga kau senantiasa di lindungi oleh Allah, di jauhkan dari makar-makar para thogut, di mudahkan dalam berdakwah di mudahkan dalam mencari rizki yang halal, di berikan keistiqomahan selalu serta dimatikan Allah dalam keadaan khusnul khotimah mati syahid.

Akhirnya tulisan itu dibaca pula oleh suamiku, dan iapun memahami apa yang aku inginkan.

Pesan untuk para pengantin baru

Wahai saudaraku,

Ketika seseorang sudah menikah maka ia harus berfikir untuk mandiri tidak tergantung pada mertua atau orang tua karena dengan mandiri ia akan memiliki kemuliaan/izzah untuk mengatur rumah tangganya tanpa campur tangan dari orang lain. Dengannya pula seorang suami akan merasa benar-benar menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangganya.

Ingatlah janji Allah. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Tidak sepantasnya kita selalu merepotkan orangtua, apalagi setelah menikah. Saatnyalah kita harus membahagiakan orangtua kita.

Yakinlah dengan menikah kita akan di cukupkan.

4 responses to this post.

  1. (kitab Shahih Al Jami’) “Sesungguhnya malaikat Jibril menghembuskan kedalam hatiku bahwasanya jiwa hanya akan mati sampai tiba masanya dan memperoleh rezekinya, maka bertawakallah kepada Allah, carilah nafkah yang baik, jangan bermalas-malasan dalam mencari rezeki, terlebih mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah karena sesungguhnya Allah tidak akan memberikan apa yang dicarinya kecuali dengan taat kepadaNya.”

    Dapat direnungkan bahwa betapa hadist ini mengajarkan kepada kita untuk tawakal jangan bermalas-malasan dalam arti (cara pandang saya) berpikir cerdas dan mandiri memiliki semangat pantang menyerah, kreatif, inovatif, mampu melihat setiap peluang dalam usahanya mencari penghasilan yang melimpah dengan cara yang benar dan halal.

    Cukup masuk akal…Jika saat ini Anda memutuskan untuk mulai merintis usaha baru yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya sebagai jaminan kelangsungan mendapatkan penghasilan yang terus-menerus bahkan menjadi Passive Income sebagai Warisan bagi keluarga yang sangat Anda sayangi, untuk Persiapkan masa depan Anda, Persiapkan kemungkinan Anda akan Pensiun, Kemungkinan Anda PHK, kemungkinan Usaha Konvensional Anda bangkrut, Kemungkinan Anda nganggur setelah lulus sekolah/kuliah karena sulitnya mendapatkan kesempatan bekerja saat ini.

    Balas

  2. Posted by Millah-ibrahim.com on Mei 10, 2010 at 4:57 am

    Dukung dakwah dengan memasang banner millah-ibrahim.com
    Klik sini
    http://millah-ibrahim.com/berita/114-dukung-dakwah-kami

    Visit our website
    http://www.millah-ibrahim.com
    ditunggu kedatangannya

    Balas

  3. Posted by fajar on Mei 12, 2010 at 10:15 am

    assalamu`alaikum warahmatullah ndak nyangka pinter nulis juga :p

    Balas

    • Posted by tri on Mei 12, 2010 at 11:57 am

      Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. jazakallah atas kunjungannya di blog ini, ini juga masih dalam tahap belajar menulis, mohon masukannya .

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: