Cara Membahagiakan Suami

Hari ini suamiku sedang shoum. Waktu ku tanya, “Nanti mau dibuatkan buka apa bi?”.

“Terserah umi” jawabnya.

Kemudian aku kepasar, sampai disana bingung nanti mo masak apa ya. Setelah berkeliling akhirnya pilihanku jatuh pada daun singkong. Setelah beli kebutuhan yang lain aku pulang.

Sampai dirumah kucari resep sayur padang di internet, maklum baru belajar masak jadi bumbunya masih tanya sana sini. Setelah dapat dan ku catat resepnya aku pergi ke tetangga untuk minta daun kunyit. Karena diresepnya menggunakan daun kunyit.

Sebelum ku masak sayur daun singkong ala padang, aku membuat mie goring kiriman teman cap 2 telur. Sebelumnya pernah sih aku masak sayur daun singkong ala padang, namun selalu rasanya tidak karuan, dan kali ini aku berharap rasanya bisa enak paling tidak ada peningkatan dari yang sudah-sudah.

Alhamdulillah sebelum dhuhur semua sudah selesai, dengan rasa yang kalau menurutku sudah lumayan, namun masih menunggu juri sampai sore baru tahu rasa yang sebenarnya bagaimana.

Sambil menunggu adzan maghrib aku buatkan bakwan dan singkong rebus kesukaannya. Adzanpun berkumandang. Teh manis dan sepiring bakwan serta mie goring kuhidangkan untuk berbuka suamiku.

Kutanyakan bagaimana rasa bakwannya?

Dia jawab, “Sudah pas”.

Ku Tanya lagi, “Bagaimana rasa mie gorengnya?”.

Dia jawab, “Enak”.

“Alhamdulillah ” aku jadi lega dan senang, namun masih satu lagi yang belum di nilai yaitu sayur padangku.

Sesudah sholat maghrib ku ambilkan nasi dan sayur. Kutanyakan bagaimana rasa sayurnya?

Dia jawab sambil tersenyum, “kali ini paling enak dari sayur yang kemarin-kemarin, seperti yang beli di warung padang”.

Hatiku jadi tambah senang. “Alhamdulillah, hari ini suami berbuka dengan masakan yang ia sukai”.

Sore ini aku sangat senang, usahaku untuk bisa masak tidak sia-sia. Padahal dulu aku hanya bisa masak oseng-oseng, sop pokoknya yang gampang-gampang dech. Paling malas kalau masak pakai santan.

Kalau mau berusaha Allah berikan kemudahan untuk kita. Bagi teman-teman yang masih pengantin baru yang belum bisa masak kayak aku, jangan bosan untuk berlatih masak ya…, meski harus tanya resep kemana-mana. Dan yang penting jangan malu bertanya, seperti pepatah mengatakan malu bertanya akan sesat di jalan.

Menurutku dengan kita menyediakan masakan yang di sukai suami itu berarti kita sudah berusaha membahagiakan suami. Karena kalau kita pintar masak maka suami tidak akan suka jajan diluar tapi lebih memilih masakan istri tercinta. Tentunya semua itu dengan mengharap ridho Allah dan ridho suami, meskipun masih banyak lagi cara yang lain. Ini hanya salah satu cara lho.

Sesuatu yang sulit jika kita tekuni dengan sungguh-sungguh insyaallah akan bisa. Tinggal sabar apa tidak kita dalam menempuhnya.

Semoga kita selalu diberi kemudahan untuk bisa membahagiakan suami. Dan semoga kita bisa mendapat predikat sebagai istri yang sholehah.

12 responses to this post.

  1. wah sepertinya enak masakan mbak, saya punya beberapa teman wanita hm.. bisa dibilang cantik dan diatas rata2. Namun sayang ga bisa melakukan tugas rumah tangga seperti memasak karena memang beberapa dari mereka anak org berada dan semua sudah ada yang ngatur jadi tinggal perintah sana sini saja

    Balas

    • Posted by tri on April 27, 2010 at 1:54 am

      jazakallah, saya juga baru tahap belajar memasak. tapi saya yakin selagi ada niat yang kuat dan usaha yang maksimal kita akan bisa menjadi koki yang handal untuk suami dan anak-anak kita.

      Balas

  2. Ungkapan hatinya mantab Uhti…! Banyak cara, banyak jalan membahagiakan suami. Nice story🙂

    Balas

    • Posted by tri on April 28, 2010 at 6:29 am

      jazakillah khoir. semoga kita dimudahkan untuk selalu membahagiakan suami, karena itu bagian dari ibadah.

      Balas

  3. semoga bahagia selalu….

    Balas

  4. Assalaamu’alaikum…

    slm kenal Umm ^_^
    wah, itu sayur singkong kesukaan saya jg lho Umm, sayang di mesir ga ada singkong😦

    Balas

    • Posted by tri on Juni 27, 2010 at 4:13 am

      Wa’alaikum salam.
      Jazakillah kunjungan baliknya. Umm, nanti pas pulang ke Indonesia bawa pohon singkong di tanam di Mesir.

      Balas

  5. Posted by heriali djapri on Juli 16, 2010 at 11:28 am

    subhanallah sy salut pd mbak tri…smg sy bs menemukan calon istri yg bs membahagiakn suami seperti mbak tri.

    Balas

    • Posted by tri on Juli 17, 2010 at 7:21 am

      Semoga antum segera mendapat istri yan sholehah, yang selalu taat pada Allah dan Rosulnya, juga suami.

      Balas

  6. Wajibkah seorang suami menuruti kehendak istrinya dan apakah berdosa jika suami tdak mau menuruti kehendak istrinya.tlong jawaban dan penjelasany ya!!!

    Balas

    • Posted by tri on November 8, 2012 at 12:55 pm

      suami adalah seorang pemimpin dalam keluarga, maka ia harus bisa adil kepada yang dipimpinnya. Selama permintaan sang istri tidak melanggar syar’i dan suami mampu maka tidak ada salahnya menuruti kehendak istri. namun Ketika seorang istri menuntut lebih kepada suami maka permintaannya tidak wajib di turuti.Saling memahami kepada pasangan itu penting, istri tahu kondisi suaminya tidak akan memberatkan suami dengan permintaan yang neko-neko dan sebaliknya suami juga harus memahami istri memenuhi kebutuhannya , memberikan nafkah untuk keluarga.
      ketika hak dan kewajiban suami istri jalan, insyaAllah rumah tangga akan menjadi sakinah mawaddah warahmah. Amiin

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: