Ku ingin kembali………………..

Seorang akhwat bertanya kepadaku, “Apakah aku boleh berdoa suatu saat nanti aku bisa berkumpul kembali dengan abinya anak-anak ?.”

Maka aku jawab, ” Jika anti sudah di nikahi orang lain. Tapi kalau niatan anti menikah lagi kemudian minta cerai pada suami ke dua trus balik ke suami pertama ya tidak boleh. Itu bisa di kategorikan dosa besar. Anti berdoa saja mudah-mudahhan dengan pernikahan yang kedua ini anti mendapatkan kebahagiaan sakinah, mawaddah warohmah. Apa yang sudah terjadi tidak usah di sesali. mungkin ini adalah yang terbaik untuk kalian. Seorang mukmin itu bertemu dan berpisahnya karena Allah bukan karena nafsu.”

Di dalam kitab Al Kabaair karangan Adz Dzahabi di jelaskan pada bab ke 35 yaitu Muhallil dan Muhallal lahu.
Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi Wasallam melaknat muhallil dan muhallil lahu. (HR.An Nasa’iy dan At Tirmidziy).

Muhallil adalah seorang laki-laki yang menikahi wanita yang telah ditalak dengan talak bain secara zhahir saja. Ia akan segera menceraikannya agar suaminya terdahulu dapat menikahinya lagi.
Muhallal lahu adalah suami yang telah mentalak istrinya dengan talak bain, talak tiga, sehingga ia tidak boleh lagi ruju’ dengannya. Lalu ia merelakan istrinya di nikahi oleh seseorang untuk nanti diceraikan dan ia pun bisa menikahinya kembali.

‘Uqbah bin ‘Amir meriwayatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Maukah kalian aku beritahukan tentang at taisil musta’ar (kambing hitam pinjaman) ?” para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau melanjutkan, “Yaitu seorang Muhallil. Allah melaknat muhallil dan muhallil lahu.” (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih)

Tidak diperbolehkan juga seorang lelaki menikahi seorang wanita supaya ia halal bagi suaminya yang dulu. Berdasarkan hadits berikut :
Seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu ‘Umar ra, “Bagaimana pendapat Anda jika saya menikahi seorang wanita untuk menjadikannya halal bagi suaminya terdahulu, sedangkan sang suami tidak tidak menyuruh saya untuk menikahinya, pun tidak mengetahuinya?” Ibnu ‘Umar menjawab, “Jangan, kecuali jika kamu menikahinya atas dasar suka. Jika wanita itu menarik hatimu, kamu bisa mempertahankannya, dan jika tidak kamu bisa menceraikannya. Kami menganggap perbuatan seperti itu pada masa Rasulullah sebagai perbuatan zina!”

MasyaAllah, perbuatan itu di kategorikan sebagai zina. ‘Umar ra. Juga pernah ditanya tentang hukum tahlil (menghalalkan) wanita untuk suaminya, dan dia menjawab, “Itu adalah zina.”

Abdullah bin syarik al ‘Amiriy berkata, “Saya mendengar Ibnu ‘Umar r.a. ditanya tentang seorang laki-laki yang telah menceraikan anak perempuan pamannya, kemudian ia merasa menyesal dan ingin kembali padanya, maka ada laki-laki yang ingin menikahinya supaya bisa menjadi halal untuknya. Ibnu ‘Umar menjawab, “Keduanya berzina, sekalipun keduanya hidup bersama selama dua puluh tahun atau lebih, apabila ia mengetahui bahwa ia berkehendak menghalalkan wanita itu buat suami sebelumnya.”

Ibrahim an Nakhaiy berkata, Jika niat salah satu dari tiga orang, suami yang pertama, suami yang terakhir, atau wanita itu adalah untuk tahlil (menjadikan wanita itu halal bagi suami pertamanya) maka pernikahan pernikahan yang terakhir itu batal (tidak sah), dan wanita itu tetap tidak halal untuk suaminya yang pertama.”

Hasan al Bashriy berkata, “Jika salah seorang dari ketiga orang itu berniat akan melakukan tahlil, maka pernikahan itu menjadi rusak.”

Pernikahan adalah sesuatu yang suci, ia adalah perjanjian besar dihadapan Allah. Dihalalkannya laki-laki dengan perempuan karenanya, maka janganlah dijadikan sebagai permainan.
Dan ingat! kebahagiaan sebuah keluarga di raih karena ketaatan kepada Allah Ta’ala dan Rosul-Nya. Dan sebaliknya, kesengsaraan dunia dan akherat bagi orang-orang yang menyelisihi Allah dan Rosul-Nya.

One response to this post.

  1. jadi tak bain itu bagaimana ustadz?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: