Untuk saudaraku yang sedang dimabuk cinta.

Pernikahan adalah sesuatu yang paling menyenangkan. Ada yang mengatakan dunia serasa milik   berdua. Sesuatu yang tidak menyenangkan bagi kita menjadi sangat indah didepan mata. Yang tadinya kita tidak suka karena pasangan kita suka kitapun menjadi suka.Semuanya sangat indah.

Kenikmatan yang begitu indah bisa membuat keduanya menjadi terlena, apa kata orang tidak diperdulikan yang penting apa kata pasangan kita. Sungguh sangat luar biasa dampak pengaruhnya bagi keduanya.

Awal-awal pernikahan adalah madu yang dirasakan. Ketika pasangan terlena di awal-awal pernikahan maka rusaklah seluruh aktifitas yang ia lakukan. Seorang dai akan lupa berdakwah, karena nikmatnya bersama sang kekasih. Tapi dai itu akan sukses juga karna sang kekasih.

Kenikmatan di dalam rumah tangga (nikmatnya bersama suami-istri) juga tidak sepantasnya di bicarakan kepada orang lain/ di perlihatkan meskipun itu orang tua sendiri bahkan orang lain, itu adalah sesuatu yang tabu (rahasia rumah tangga dong). Malu dong kalau ketahuan orang lain.

Rasa malu itu penting lho, Ustad manaf aja pernah berkata : meskipun hanya cium tangan suami ketika berpamitan itu tidak boleh di perlihatkan di depan umum, apalagi sampai masuk jauh dalam rumah tangga.(kata ust manaf lho…) (tapi kan kelihatan mesra gitu…..) ya terserah .

Ketika seseorang sudah menikah apa yang ada di dalam rumah tangga mereka adalah milik mereka berdua, apalagi ketika mereka punya masalah.( Wajar dong setiap rumah tangga pasti punya masalah, kalo tidak punya masalah tidak akan harmonis rumah tangga tersebut ya ngak). Jangan sampai orang lain turut campur dalam masalah kita, apalagi orang tua. Itu menandakan kita belum dewasa dalam mengambil keputusan. Bukannya pemilik kekuasaan itu sang suami?

Tidak ada salahnya sih mereka kita mintai pendapat, tapi paling tidak kita sudah berusaha memecahkan masalah itu berdua.

Ingatlah bahwa  anak, istri/suami, harta itu adalah ujian bagimu.

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (Al-Anfal: 28)

Katakanlah jikalau bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”.(At-Taubah: 24)

ISTRI ADALAH UJIAN BAGI SUAMI, BEGITU JUGA SUAMI ADALAH UJIAN BAGI ISTRI

Jangan jadikan kenikmatan rumah tangga itu melenakanmu! Ingatlah saudaraku !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: