Musibah itu datang secara tiba-tiba

images7Musibah itu datang secara tiba-tiba. Dan ini adalah ujian yang terbesar yang aku alami sampai saat ini.

Suamiku mengalami sebuah kecelakaan yang menyebabkan bagian tubuhnya mengalami patah dan harus di operasi. Ia harus mengalami kelumpuhan dari sebagian anggota badannya. selama 1minggu di rumah sakit suamiku merasa antara hidup dan mati karena menahan sakit yang tak terkira. Dan rasa sakit itu agak sedikit berkurang setelah dilakukan operasi. Selain dari teman teman, sebagian perawat juga memberikan motifasi kepadaku supaya lebih sabar dalam merawat suamiku. Karena luka yang diderita biasanya cukup lama. Tidak hanya 1 atau 2 bulan mungkin bisa bertahun tahun. Tapi jika allah menghendaki maka ia akan sembuh dengan cepat. Beberapa minggu sudah kami di rumah sakit dan kondisi suamiku belum ada perubahan yang banyak, akhirnya ku beranikan diri untuk rawat jalan saja mengingat biaya rumah sakit yang tidak sedikit. Alhamdulillah dokter mengijinkan suamiku untuk pulang dengan syarat harus ada terapi di rumah.

Sepulang dari rumah sakit kami menuju rumah saudara kami untuk menjalani terapi. Beberapa bulan kami di sana, alhamdulillah suamiku sudah mengalami banyak sekali perubahan. Di kota inilah aku banyak belajar tentang arti sebuah kehidupan. Selama ini aku merasa masih kecil, karena aku adalah anak terakhir. Oleh keluarga selalu di manja, ingin ini itu selalu di turuti kakak-kakakku. Sampai aku menikahpun aku juga di manja oleh suamiku. Di kota yang sangat asing ini aku jauh dari keluarga, kadang mereka menjenguk kami namun kemudian mereka pulang lagi. Di sinilah aku bisa mengambil ibrah yang besar dari musibah yang ku alami ini. ‘Sabar’ sering aku katakan pada orang lain ketika mereka menerima ujian, dan saat ini aku harus melaksanakan apa yang belum lama aku smpaikan kepada mad’uku. Praktek memang lebih sulit dari pada teori. Aku juga belajar sabar dari suamiku, ia tidak mengeluh sama sekali atas musibah ini namun ia malah bersyukur atas apa yang di berikan allah kepadanya.’sabar tidak sabar kita harus sabar menerima musibah ini dan tingkatan tertinggi adalah ketika kita bisa bersyukur atas musibah ini. Yang kesabarannya membuat semangat tersendiri untukku dalam merawatnya.

Di kota inilah aku benar-benar melihat persaudaraan islam yang sangat kuat. Meski mereka tidak mengenal kami secara dekat sebelumnya namun mereka banyak membantu kami, baik waktu maupun tenaga. Mereka juga memperlakukan kami seperti saudara sendiri. Di sini aku juga mendapat tarbiyah langsung dari keluarga yang aku tumpangi. Kasih sayang mereka bagaikan kepada anaknya sendiri. Kami juga merasakan kasih sayang mereka, perhatian mereka melebihi orang tua kami. Tak henti-hentinya mereka memberikan motifasi dan nasehat kepadaku juga kepada suamiku. Dan membuat aku tambah dewasa dalam menghadapi sebuah masalah, karena terkadang disinipun juga ada masalah. Alhamdulillah dengan bantuan bapak dan ibu aku bisa menyelesaikan masalah ini dengan bijak.

Selain luka operasi yang di alami suamiku, ia juga mengalami luka decubitus yang mengharuskan pemotongan pada bagian yang membusuk. Alhamdulillah aku di beri keberanian untuk melakukan semua itu. Alhamdulillah semakin hari semakin membaik setelah dilakukan pemotongan setiap hari.

Di sinilah aku belajar bershodaqoh meski kondisi kami sangat membutuhkan bantuan. Janji allah benar benar aku jumpai disini, ketika kita bershodaqoh maka allah akan menggantinya dengan yang lebih banyak.

Beberapa bulan sudah kami di kota ini. Rasanya kami sudah menjadi warga kota ini dan rasanya enggan berpisah dengan saudara-saudara seiman disini namun terpaksa kami putuskan untuk pulang ke rumah, meski kondisi suamiku belum sembuh betul.

Kami pulang dan perawatan terus berlanjut di rumah.

Teruntuk bapakku sayang. Engkau mencita-citakan mempunyai anak yang menjadi seorang perawat. Kini cita-cita itu terkabul meski tidak harus sekolah tinggi atau di akui. Anakmu ini yang setiap hari mengganti kasa dan mengobati luka suaminya, anakmu yang sudath bisa mengganti cateter sendiri tanpa harus minta tolong seorang dokter dan anakmu yang sudah bisa mengganti infus sendiri di rumah. Bapak dan ibuku doakan anakmu semoga menjadi istri yang sholehah, yang mengabdikan hidupnya untuk Rabbnya dan juga taat kepada suami dalam keadaan lapang ataupun sempit.

Kejadian yang dulu ku alami waktu di kota itu kini terulang lagi. Ketika kami berusaha untuk berinfaq maka allah berikan ganti yang sangat banyak dan langsung di ganti saat itu juga. Subhanallah, Allahu akbar.

2 responses to this post.

  1. Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya,,,,,,(QS,Al Baqarah;286)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: