JAUHI GAYA HIDUP BOROS

Ciri masyarakat modern adalah mudahnya setiap orang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Munculnya HP sehingga memudahkan seseorang untuk berhubungan dengan keluarga dan teman yang berjauhan. Bertebarannya berbagai kendaraan sehingga memudahkan para penggunanya untuk bepergian. Serta munculnya berbagai pusat-pusat perbelanjaan yang buka hampir 24 jam lengkap dengan barang-barang kebutuhan kita.

Dibalik kemudahan-kemudahan yang ada ternyata memiliki dampak negatif yang juga tidak sedikit. Mulai dari gaya hidup yang sangat konsumtif, materialistis dan bahkan gaya hidup boros. Uang belanja yang sebenarnya tidak sedikit habis dan bahkan kurang untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak sedikit diantara kita yang kadang sampai berhutang karena uang belanja yang selalu kurang pada setiap bulannya.

Dari sinilah kita harus berlatih untuk hidup hemat dan tidak boros. Karena islam juga membenci gaya hidup boros. Gaya hidup boros adalah temannya setan. Seseorang dianggap boros atau isyrof [ berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta ] atau juga tabdzir jika ia membelanjakan harta secara berlebihan untuk makan, minum, pakaian dan tempat tinggal, serta kecendrungan-kecenderungan manusia terhadap kenikatan dunia.

Tabdzir adalah jika seseorang membeli makanan yang harganya mahal, membeli pakaian dengan harga jutaan, serta membangun rumah dengan biaya milyaran dan tidaklah ia membangunnya kecuali untuk dipamerkan dan dibanggakan. Diceritakan pada semua orang bahwa saya adalah orang kaya. Memiliki jam dari paris, baju dari Amerika, dan bahkan batu-bata rumahnya di impor dari Singapura. Inilah orang yang isyrof dan melampaui batas dalam membelanjakan hartanya.
Continue reading

PENTINGNYA WAKTU BAGI SEORANG MUKMIN

Jika orang barat mengatakan “time is money” waktu adalah uang, maka pepatah arab mengatakan “’al-waqtu huwa al-hayâh” waktu adalah kehidupan. Ada juga yang mengatakan
الوَقْتُ كَالسَّيْفِ # فَإِنْلَمْ تَقْطَعْ قَطَعَكَ
Waktu ibarat pedang
Jika kau tidak bisa menggunakannya, maka akan memotongmu

Tiga kata mutiara ini menggambarkan akan pentingnya waktu bagi kehidupan seseorang. Jika yang pertama menggambarkan akan pemikiran materialistis, tetapi yang kedua dan ketiga menggambarkan arti yang lebih penting dari sekedar uang.

Yang dimaksud dengan kehidupan adalah, waktu yang dilalui manusia saat ia dilahirkan hingga ia wafat. Dengan definisi kehidupan seperti di atas, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa, seseorang yang membiarkan waktunya berlalu sia-sia, dan lenyap begitu saja, sama artinya ia –dengan sengaja atau tidak sengaja- telah melenyapkan sisa-sisa masa kehidupannya. Al-Hasan al-Bashri berkata,
يَا ابْنَ آدَم، إنَّمَا أنْتَ أيَّامٌ !، فَإذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Wahai Bani Adam (manusia), sesungguhnya anda hanyalah “kumpulan hari-hari”, maka jika hari telah berlalu berarti telah berlalu sebagian dirimu.” [ Hilyatul Awliya’, 2/148, Darul Kutub Al ‘Arobi ].
Continue reading

Kematian Akhir Sebuah Kehidupan

Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemput-nya. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang memperdaya-kan”. [ Ali-Imran: 185 ].

Kematian pasti akan berlaku, baik atas anak kecil mau pun orang tua, laki-laki mau pun perempuan, manusia merdeka maupun budak sahaya, pemimpin mau pun rakyat. Ia tidak akan permisi dengan mengetuk pintu terlebih dahulu dan tidak memandang tabir pembatas. Tidak menerima pengganti dan mengambil penjamin. Tega walau pun kepada anak kecil, tidak segan dengan orang tua.
Continue reading

AMALAN YANG MENDATANGKAN RIZKI

Banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki. Entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu. Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara tips-tips dalam mendatang rizki tersebut antara lain :
Continue reading

Training Cateter untuk Mencegah Fistel

Apa itu fistel?
Fistula ani atau Fistel paraanal adalah saluran yang menyerupai pipa (fistula, latin = pipa). Sering teraba menyerupai pipa/saluran yang mengeras. Saluran ini terbentuk mulai dari dalam anus (anorektal) menembus keluar bokong (perineum).

Awal keluhan biasanya berupa keluarnya cairan yang tidak biasa dari anus (diluar waktu BAB / buang air besar) cairan bisa berupa nanah atau cairan serupa darah, nyeri pada anus, bengkak pada tepi anus yang berulang, gatal pada anus. Kadang-kadang di dahului dengan keluhan hemoroid /wasir. Sering mengalami abses anal (nanah pada anus) sebelumnya.

Fistel sering di alami oleh penderita yang menggunakan cateter secara menetap dalam jangka waktu lama. Kalau tidak di tangani dengan serius maka akan fatal akibatnya.
Continue reading

KIAT MENCAIRKAN MATA YANG MEMBEKU

Salman pernah mengeluh sakit, maka Sa’ad datang menjenguknya. Ketika ia melihat Salman menangis, Sa’ad bertanya, “Apa yang membuatmu menangis wahai saudaraku? Tidakkah kamu telah menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Bukankah…? Dan bukankah …? Salman menjawab, “Tidaklah aku menangis karena rakus terhadap dunia dan tidak pula karena benci (akan pergi) ke akhirat, akan tetapi dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memberikan amanat kepadaku. Dan menurutku aku telah melanggar amanah tersebut.” Sa’d bertanya, “Apakah yang beliau amanatkan kepadamu?”. Salman menjawab, “Beliau memberiku amanah, bahwa

لِيَكُنْ زَادُ أَحَدِكُمْ مِنَ الدُّنْيَا كَزَادِ الرَّاكِبِ
Cukuplah bekal salah seorang dari kalian sebagaimana (bekal) orang yang hendak bepergian.

Dan menurutku aku telah melampaui batas. Adapun kamu wahai Sa’ad, takutlah kamu kepada Allah dalam setiap keputusanmu ketika kamu memutuskan suatu hukum, atau dalam pembagianmu saat kamu membagikan, dan dalam keinginanmu ketika kamu berkeinginan.”

Tsabit berkata, “Telah sampai berita kepadaku bahwa ketika meninggal dunia, dia hanya meninggalkan dua puluh dirham [ atau Rp.49.250 ] dari harta yang ia miliki.” (Shahih Ibnu Majah)
Continue reading

MENDETEKSI AIR MATA YANG KERING

Mata itu akan senantiasa menggambarkan hati. Jika hati seseorang lembut, maka tatapan matanya akan redup dan dan penuh dengan kelembutan. Mata yang seperti ini akan mampu meneteskan tetesan-tetesan bening dari matanya. Sebaliknya, hati yang keras seperti batu tidak akan bisa meneteskan air mata karena kebekuan hati membawa pada kebekuan matanya.

Kerasnya hati ini tidak ada penyebab lain kecuali karena maksiat seseorang pada Allah Ta’ala. Semakin seseorang berbuat dosa, maka semakin jauh dirinya dari Allah Ta’ala. Sedang semakin jauhnya ia dari Allah Ta’ala diharamkan kepadanya berbagai kenikmatan dunia dan akhirat termasuk menangis karena-Nya.

Dan jika dosa sudah menumpuk, ia seperti kotoran yang sulit dibersihkan lagi karena telah menyatu dengan pakaian kita. Inilah yang disebut oleh Rasulullah dalam hadistnya ;

إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِى قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ مِنْهَا قَلْبُهُ فَإِنْ عَادَ رَانَتْ حَتَّى يُغْلَقَ بِهَا قَلْبُهُ فَذَاكَ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِى كِتَابِهِ (كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)

“Sesunggunya bila seorang mukmi melakukan suatu dosa, maka dosa itu menjadi satu titik hitam di hatinya. Bila ia bertaubat, berhenti dan beristrighfar, maka hatinya akan kembali cemerlang. Akan tetapi bila ia mengulanng kembali, maka hatinya akan berkerak, hingga (suatu saat hatinya akan tetutup dengannya. Itulah yang Allah Azza wa Jalla sebutkan dalam kitab-Nya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutup hati mereka.” Riwayat Ahmad, At Tirmizy, Al Hakim, Al Baihaqy dan dihasankan oleh Al Albani.
Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.